tentang eloquency of silence
Ah, tidak..aku tidak sedang dan akan membahas gramatika akan diam dan kebisuan dari sudut pandang Illich yang begitu rumit..ngga..
“Diam”, ah..bisa beribu tafsir yang bisa memberi arti..bisa berarti pasrah dan menyerah, bisa berarti “mengamini”, bisa berarti ketidakpedulian, bahkan bisa juga berarti marah…
Dan aku, telah memilih untuk diam kepada-mu…tapi, diam-ku kepada-mu, aku takingin memberikan arti apapun dari itu…
Disitu, mungkin terukir guratan-guratan tua akan gejolak perasaan-ku, dan mungkin tertidur pengertian-pengertian yang entah kau pahami atau tidak…
Maka..akan aku biarkan kediaman-ku sebagai sebuah mantra bisu yang kosong..takperlu untuk diartikan..takperlu untuk ditafsirkan..biarlah dia menghembus bebas tanpa membebani siapapun..
About this entry
You’re currently reading “tentang eloquency of silence,” an entry on life is a pitch
- Telah Diterbitkan:
- Maret 2, 2009 / 8:57 pm
- Kategori:
- Uncategorized

2 Komentar
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]