tentang rendezvous

Perasaan-perasaan terkuak, kenangan-kenangan muncul kembali:
harapan, hasrat, kemarahan, kebersamaan, canda, gurauan,juga kegalauan Dulu.. di lorong itu kita biasa tergelak, di ruang itu kita biasa bergurau, di teras itu kita biasa bercerita, berkeluh tentang hidup: tentang senja, tentang air, tentang angin, tentang api
Dulu..
di ruang itu kita pernah diamuk segenap rasa:
kebersamaan, kesetiaan, keindahan, kerinduan,
juga kekecewaan
Tapi,
kemarin sore, di sini
aku sendiri
menghabiskan senja
hanya bersama angin dan siluet sore
perlahan tenggelam
Sepi,
menikamku diam-diam
dalam senja yang muram
senja yang legam
Lalu, layaknya asap,
akankah semuanya senyap dan lenyap tanpa makna
bagi hidup kita kini dan esok hari?
akankah masa lalu,
hanya akan menyisakan batuk kecil
bagi dada kita yang sesak?
Ah,
selalu ada riak, selalu tersisa jejak
takbisa terhapus
walaupun ingin, walaupun harus
Dan di sini,
aku hanya bisa membungkus, menghembus
satu demi satu
memejam, menikam,
pelanpelan
#jogja, 030109
About this entry
You’re currently reading “tentang rendezvous,” an entry on life is a pitch
- Telah Diterbitkan:
- Januari 3, 2009 / 9:29 am
- Kategori:
- sampahkatakata
- Tag:
- cermin, jejak, puisi, rendezvous, renung

& Komentar
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]