tentang bapak supir itu

Memang, dia takpernah mendengar tentang Gandhi, tapi toh dia selalu mengayuh hidup dalam kesahajaan..
Memang, dia takpernah menikmati lantunan sajaksajak Tagore, tapi toh dia selalu hadir penuh kasih untuk anakanak dan keluarganya..
Pun, dia takpernah membaca Bhagawad Gita, tapi toh dia begitu tulus dan akrab dalam kebijaksanaan..
Mungkin, sebenarnya kebijakan memang takharus selalu kita dengar dan pahami dari orangorang tertentu dengan segala kekompleks-an dan keternamaan mereka..kita, pun dapat belajar dari orangorang yang takterduga, orangorang yang takpernah kita kenal, orangorang yang mungkin takpernah atau takingin kita sentuh…
Mereka, seringkali dapat menunjukkan pelajaran kepada kita..tentang hidup, dan kehidupan..dengan segala ketulusan, kesederhanaan, dan kegamblangannya..
Dan harihari kemarin pak supir, saya belajar banyak hal dari sampeyan, bukan tentang halhal muluk memang, bukan tentang romantisme atau utopisme hidup..bukan cerita tentang kanal besar menuju kesenpurnaan..bukan..
Hanya tentang sekelumit remah kecil kehidupan mungkin, hanya tentang kebersahajaan, hanya tentang segala remeh temeh yang tampak sederhana..tentang kenyataan hidup dari orang kecil..dari kaum termajinalkan kalau kata orang..
Tapi itu begitu nyata pak supir, begitu berarti..bukan plastik pak supir, bukan.. bukan pula sekedar berupa katakata yang terbungkus dan terucapkan dengan indah dan berkelas dalam tatanan standar khas sebuah pitutur atau piwulang tentang kebijaksanaan..bukan..
Dengan segala kesederhanaan sampeyan itu, dengan cara khas sampeyan yang lucu itu, sampeyan mengantarkan saya pada tingkat kesadaran bahwasanya saya, jauh lebih tidak berarti dari sampeyan..jauh lebih bodoh dari sampeyan..jauh lebih penakut dari sampeyan..jauh lebih naif dari sampeyan..
Satu hal yang akan selalu saya jadikan pengingat dari sampeyan pak supir, adalah katakata sampeyan, bahwa hidup, bukanlah sekedar tentang toko kelontong..
ah, matur nuwun pak supir..terima kasih..
# : cara penegasan subjek di atas bukan berarti bahwa saya ikut mendiskreditkan subjek tertentu atau mengukuhkan sistem kasta informal dalam tatanan masyarakat kita, tapi justru sebaliknya, yaitu melunturkan garisgaris itu..
About this entry
You’re currently reading “tentang bapak supir itu,” an entry on life is a pitch
- Telah Diterbitkan:
- November 8, 2008 / 10:46 am
- Kategori:
- celetakceletuk

1 Komentar
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]