tentang ruang kabur
Kutinggalkan rumah berkubah
gaung sgala doadoa..
seorang tua menyeruku,
tapi, aku berlalu..
Kumasuki rumahrumah tanpa dinding
tembus cakrawala
ruangruang becek,
sungaisungai limbah
tapi, aku kehilangan arah,
terasing dalam sunyi,
belantara khuldi..
alangkah dingin hati,
mengering tanpa rembesan doa
tempat segala puja..
About this entry
You’re currently reading “tentang ruang kabur,” an entry on life is a pitch
- Telah Diterbitkan:
- Agustus 29, 2008 / 4:57 pm
- Kategori:
- sampahkatakata


& Komentar
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]