tentang eloquency of silence
Ah, tidak..aku tidak sedang dan akan membahas gramatika akan diam dan kebisuan dari sudut pandang Illich yang begitu rumit..ngga..
“Diam”, ah..bisa beribu tafsir yang bisa memberi arti..bisa berarti pasrah dan menyerah, bisa berarti “mengamini”, bisa berarti ketidakpedulian, bahkan bisa juga berarti marah…
Dan aku, telah memilih untuk diam kepada-mu…tapi, diam-ku kepada-mu, aku takingin memberikan arti apapun [...]
tentang rendezvous
Perasaan-perasaan terkuak, kenangan-kenangan muncul kembali:
harapan, hasrat, kemarahan, kebersamaan, canda, gurauan,
juga kegalauan
Dulu..
di lorong itu kita biasa tergelak,
di ruang itu kita biasa bergurau,
di teras itu kita biasa bercerita,
berkeluh tentang hidup:
tentang senja, tentang air, tentang angin,
tentang api
Dulu..
di ruang itu kita pernah diamuk segenap rasa:
kebersamaan, kesetiaan, keindahan, kerinduan,
juga kekecewaan
Tapi,
kemarin sore, di sini
aku sendiri
menghabiskan senja
hanya bersama angin dan siluet sore
perlahan [...]
